Jumat, 16 Juli 2010

ketika penglihatan tidak sama dengan tulisan.

ini jamannya DEMOKRASI! jaman dimana setiap orang bebas mengemukakan jalan pikiran mereka secara terbuka tanpa takut dikenai tuntutan mati. namun faktanya, zaman ini justru lebih mengecam banyak orang! dimana-mana banyak orang membungkam mulut dan tidak berani mengemukakan jalan pikirannya. mereka takut dikenai beberapa hukuman tentang pencemaran nama baik atau penghinaan. terkadang hal ini sangat miris. salah menulis sedikit di media massa saja membuat seseorang dituntut ratusan juta. apa si yang salah dengan negri ini? apa salah hukumnya atau salah pembentukannya?
sebagai generasi muda yang bertanggung jawab dalam memajukan bangsa, kita seharusnya berpikir jika kita harus keluar dari kemelut kegalaunan ini.
salah satu media yang 'bebas' dari kekangan keadaan ini adalah media massa dalam lingkup sastra. dengan sastra kita bebas menentukan jalan cerita, tokoh dan alurnya. kita bebas mereka apa yang akan terjadi dan bagaimana terjadi. kitalah pemegang nasib tokoh! di sastra, kita bebas menulis tentang realita yang sedang terjadi atau tentang dugaan seseorang terhadap keadaan yang ada.
sastralah media tempat kita menguak suatu fakta. ketika kita melihat sesuatu, terkadang kita geram dan ingin sekali menegur orang yang berbuat salah dalam pandangan kita tersebut. namun apa daya, mereka yang salah adalah mereka yang berkuasa, kita tidak punya hak untuk membatasi 'kesalahan' mereka.
seharusnya dari penglihatan, semua yang kita tulis akan menjadi lebih mendetail dan lebih menarik. jadi jangan takut berkarya guys! lewat sastra kita membuka tabir dunia baru ke masyarakat. keep see, write dan feeling :)

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda