Senin, 26 Juli 2010

Demokrasi yang 'dibekap paksa'

hai guys, gue balik lagi nih, yu-huu, seneng banget bisa nulis blog gue yang tercinta ini lagi :)
oke guys, kali ini kita berbicara tentang demokrasi (LAGI??) yups, karena fakta yang ada di masyarakat menurut gue sangat amat miris. masa kita berbicara secara bebas malah justru salah? malah justru dimasukkan penjara? malah justru terkena pasal-pasal hukum yang memberatkan? KENAPA? yak, dibutuhkan sebuah ulasan yang tidak singkat untuk menelusuri segala macam alasan tersebut.
jika berbicara akan demokrasi pasti pikiran kalian akan terbayang sebuah bentuk negara yang bebas dengan kebijakan pers yang tidak mengikat dan tidak memberatkan masyarakat, namun justru apa jadinya jika justru negara demokrasi menjadi sebuah negara yang membuat masyarakatnya 'dibekap' dalam kerahasiaan.
kita ambil contoh aja nih yah, misalnya, kalian punya tetangga, tetangga kalian mempunyai saudara yang bermata 'picek' refleks kalian akan berkata 'ih, matanya kok gitu? picek yah?' dan kalian tahu apa yang terjadi? pasti si tetangga akan TERSINGGUNG dan memendam masalah ini bertahun-tahun yang nantinya malah akan jadi dendam yang tidak akan berujung. dan jika tetangga kalian tidak mempunyai 'otak' maka dia akan langsung melabrak anda, memaki-maki anda atau bahkan meninju anda, dan sekarang satu pertanyaan saya : KENAPA HARUS MARAH LHO KALO EMANG 'PICEK' BENERAN?!
nah itu lho yang selalu jadi pertanyaan saya. bener ga sih pertanyaan saya itu? apa pertanyaan saya itu hanya buah dari hasil pemikiran egois yang berkembang sejak saya kecil? mungkin juga si, tapi menurut logika saya pertanyaan itu benar, namun jika logika kalian berkata salah ya sudah, logikanya kan punya anda, ga usah dipaksa harus sama juga kok.
yang terpenting dijaman sekarang ini adalah menahan emosi,jangan smpe terpancing dan kita melakukan hal-hal yang merugikan, seperti hal-nya memukul orang, karena itu hanya merugikan diri kita sendiri.
namun jika memang kalian tidak tahan untuk mengatakan sebuah kejujuran yang terkesannya amat jujur, katakan saja, namun sebelumnya kalian harus memperhatikan watak dan tipikal orang yang kalian ajak ngomong, jika dia tipikal orang yang tidak punya 'otak' mending urungkan aja deh, memang si terkesannya kebebasan kita dalam berbicara jujur harus di'bekap' dan dipaksa untuk berbohong, bohong kan dosa, well, mungkin lebih baik bohong itu diperlukan agar tidak ada orang yang tersakiti dengan kejujuran kita.
hmfffh , memang terkesannya berbelit banget urusan demokrasi ini, entah indonesia sudah melaksanakan dengan tepat arti demokrasi itu sendiri atau belom, kita bisa merasakannya sendiri, namun saya harap suatu hari nanti arti demokrasi dapat berdiri dengan tegak di bumi pertiwi ini.
sekian dulu yah guys, ketemu lagi di artikel berikutnya :)
keep ur mind. <3

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda